Senin, 20 Juni 2011

Bandung

Wilayah yang sekarang kita sebut Bandung pertama kali masuk peta pada waktu Gubernur Jendral Daendles membangun Grootepostweg (Jalan Pos) di tahun 1810. Waktu itu Bandung bernama Kabupaten Tatar Ukur.

Daendels memerintahkan Bupati Tatar Ukur memindahkan ibukota Kabupatennya dari Krapyak ke arah utara sejauh 11 km sehingga pas berada di tepi Grootepostweg yang berpotongan dengan Sungai Cikapundung. Bupati Tatar Ukur waktu itu R. Wiranata Koesoemah II menyebut kabupaten baru ini dengan nama Bandong dengan ‘pusat pemerintahannya’ yang masih sangat sederhana di daerah Dalem Kaum sekarang. Beliau sendiri berjuluk Dalem Karanganyar.

Ada beberapa versi ibukota Kabupaten baru ini dinamakan Bandong. Yang pertama, adalah dari kata "bandung" yang dalam bahasa sunda artinya membendung aliran air, karena memang telah terjadi pembendungan sungai Citarum akibat letusan Gunung Tangkubanparahu dimana aliran lahar gunung menyumbat sungai sehingga terbentuk telaga yang luas. Yang kedua, dari kata "ngabandung" yang artinya berhadapan atau berdampingan, Talaga Purba Bandung bila dilihat dari Gunung Tangkubanparahu tampak seperti 2 danau yang berhadapan karena adanya penyempitan tepi danau di daerah Cimahi Selatan. Pada dasarnya asal usul nama Bandung ini banyak sekali versinya.